oleh

Program Pengembangan “KOTAKU”, Sinjai dapat Kucuran Dana Rp.3,5 Miliar

KABARSINJAI.COM, Sinjai – Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah merupakan upaya meminimalisir kawasan kumuh.

Di Sinjai, Sulawesi Selatan program ini telah terlaksana sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang. Untuk tahun ini, Sinjai sendiri memperoleh anggaran sebesar Rp.3,5 Milyar.

Anggaran sebesar itu untuk penanganan kawasan kumuh di tiga kelurahan yakni Kelurahan Balangnipa, Bongki dan Kelurahan Lappa.

Sudirman selaku Askot program KOTAKU menjelaskan untuk penanganan skala lingkungan dari besaran anggaran itu, terbagi Kelurahan Lappa memperoleh Rp.2 Miliar, sedangkan Kelurahan Bongki Rp.1 Miliar dan Balangnipa Rp.500 Juta.

“Khusus Lappa yang memperoleh anggaran cukup besar itu dikarenakan luas area kawasan kumuh di kelurahan itu paling besar dan perlu penanganan khusus”: Terangnya seperti dilansir dari sinjaikab.go.id, Jumat (06/12)

Dana tersebut bersumber dari APBN yang dikucurkan melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Saat ini beberapa program telah selesai dan juga masih ada dalam perampungan bangunan.

Ia menyampaikan, kegiatan program Kotaku di Sinjai ini terdiri dari pembangunan jalan paving blok dan pembuatan gerobak sampah.

Lihat juga: Hitam Pekat dan Berbau Menyengat, Pemkab Sinjai Bakal Kerja Bakti Massal di Sungai Tangka

Kemudian pengadaan motor sampah dengan kolaborasi pihak bank, drainase, pembangunan tambatan perahu, tempat pembuangan sampah dan saluran.

Sementara itu,  Bupati Sinjai A. Seto Gadhista Asapa saat melakukan peletakan batu pertama program KOTAKU di Lappa beberapa waktu lalu mengatakan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan nasional dimana target pemerintah nasional yaitu terpenuhinya akses 100-0-100 tahun 2019 yaitu pemenuhan 100% akses layak air minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0%, dan pemenuhan 100% akses sanitasi.

“Penanganan kawasan kumuh membutuhkan kolaborasi atau kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta karena masalah kumuh ini masalah kita semua,” katanya. (**)

Editor / Andis

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU