oleh

Rektor Kampus di Papua Jadi Narasumber di Webinar UMSi

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Webinar Internasional yang digelar program studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) melibatkan sejumlah pembicara dari insan akademisi maupun dari pihak pemerintah, baik dalam maupun luar negeri.

Di sesi akhir Webinar, pihak UMSi turut menghadirkan Dr. Rudihartono Ismail sabagai salah satu naraumber atau pembicara. Minggu, (15/08/2021)

Ia diketahui merupakan Rektor Universitas Yapis Wamena Papua yang membawakan materi investasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan berkualitas yang berdaya saing di Papua.

Pria kelahiran Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ini menjelaskan bahwa SDM yang berkualitas hanya dapat dibentuk melalui pendidikan yang berkualitas.

BACA JUGA: Kemah Penghijauan, Hizbul Wathan Sinjai Tanam 1.000 Pohon di Tahura

Menurutnya, ada lima akar permasalahan pendidikan nasional yang harus dikikis habis agar pendidikan nasional dapat bangkit kembali dari keterpurukannya.

Yakni diantaranya komitmen pemerintah terhadap pendidikan nasional sangat lemah, terutama dari pihak legislatif dan eksekutif. Kemudian pandangan filosofis tentang pendidikan ketinggalan hingga visi dan mutu pendidikan ke depan kurang mendapat perhatian.

Selain itu, sistem pemberdayaan guru sangat lemah, hal ini terlihat dari pelatihan prajabatan guru dan pemberian kesejahteraan terhadap guru. Berikutnya, sistem manajemen sentralistik-birokratik dan tidak terpadu inilah yang terjadi selama ini.

Terakhir kata Rudihartono, dalam pendidikan di Indonesia masih berlangsung sistem pengajaran di sekolah-sekolah dengan pola pengajaran klasik, akibatnya kreativitas dan kemandirian peserta didik lambat berkembang, keberagaman sering tidak terpenuhi, kemudian mutu pendidikan yang tinggi sulit dicapai.

BACA JUGA: Sekretaris BPBD Sinjai Meninggal Dunia, Bupati ASA Sampaikan Duka Cita Mendalam

Dari permasalahan tersebut, ia mengemukakan perannya dalam mengembangkan kualitas pendidikan di Papua yakni melakukan pembinaan melalui Lembaga Pendidikan. Menurutnya, sistem pengembangan pendidikan yang ia kembangkan di Papua berpacu pada lima 5 item tersebut.

“Investasi SDM berarti penanaman modal pada manusia agar manusia menumbuh kembangkan kemampuannya untuk dapat dipergunakan dalam suatu aktivitas mendapatkan keuntungan ekonomis di masa depan,” jelasnya.

Di akhir materinya, ia menekankan bahwa poin prinsip kerja yang harus dipegang teguh dalam proses kerja di semua sektor terutama pendidikan ialah kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas. (Tim)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU