oleh

Rugikan Negara Hampir Setengah Miliar, Kades Lamatti Riawang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Kepolisian Resor (Polres) Sinjai merilis dugaan tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan Belanja (APD) kepala Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Selasa (28/4/2020)

MA alias AF (47) ditetapkan sebagai tersangka atas penyalahgunaan Dana Desa. Itu setelah kasusnya dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (P.21).

AF diduga mengambil alih tugas bendahara yaitu menyimpan, membelanjakan, dan membayarkan bahan bangunan atau material pada toko penyedia bahan bangunan.

Baca Juga: Disebut Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah, Pengakuan Raju Bikin Mengejutkan

“Penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU dilakukan pada hari ini”, kata Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan melalui rilis humas Polres Sinjai.

Tersangka dalam pengelolaan anggaran melakukan belanja bahan bangunan yang nilainya lebih rendah dari nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun dalam laporan pertanggung jawaban tetap disesuaikan dengan RAB.

Atas perbuatan tersangka tersebut berdasarkan laporan hasil audit BPKP perwakilan Provinsi Sulsel terhadap pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDesa) ditemukan adanya kerugian keuangan Negara.

“Pada tahun 2017 sebesar Rp. 226.827.833. Dan untuk tahun 2018 sebesar Rp. 211.887.508, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp. 438.715.342,08.”, tambahnya.

Baca Juga: 52 Pendaftar Kartu Pra Kerja di Sinjai Lolos Seleksi, Cek Namanya

Di katakan, perkara dugaan tindak korupsi ini telah dilakukan penyitaan barang bukti berupa laporan pertanggung jawaban (LPJ) dan dokumen pengelolaan APBDesa Lamatti Riawang TA. 2017 dan 2018.

Atas perbuatannya, tersangka MA dijerat pasal 2 UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sub pasal 3 UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Tim)

Editor/Andis

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU