Sebulan Dibuka, Wisata Alam ‘Berlayar Diatas Kabut’ Sinjai Hasilkan PAD Puluhan Juta

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Wisata alam Pattiro-tiroang yang dikelola Pemerintah Desa Bonto Tengnga di Dusun Balantieng Kecamatan Sinjai Borong ternyata menjanjikan. Mengapa tidak, wisata alam yang baru diresmikan Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa pada 1 Januari kemarin, dinilai dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Buktinya baru sebulan dibuka, wisata alam yang memanjakan mata pengunjungnya dengan gugugusan gunung menjulang tinggi disertai kabut ini, meraup PAD sebesar Rp 34 Juta.

Baca Juga: Rapat Koordinasi Inflasi Daerah Bahas Harga Cabe dan Kelangkaan Gas Elpiji di Sinjai

Kepala Desa Bonto Tengnga, Kaswan Mahmud, yang ditemui mengungkapkan, jumlah PAD wisata alam ini murni dari resribusi pengungjung sesuai Peraturan Desa (Perdes) yang telah kami sepakati dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Dimana Perdes yang mengatur tentang retribusi ini mewajibkan pengunjung membayar retribusi sebesar Rp. 5 Ribu per kepala untuk orang dewasa, sedang untuk anak-anak tidak dipungut biaya atau gratis.

” Alhamdulillah, telah kami hitung hasilnya dan jumlahnya mencapai Rp. 34 Juta,” ungkap Kaswan kepada tim Kabarsinjai.com, Jumat (15/2/2019)

Selain telah menyediakan fasilitas seperti Gasebo, Miniatur perahu, miniatur becak hingga spot foto lainnya dengan mengambil latar pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba ini, kedepan pihaknya akan membangun villa di sekitar wisata alam tersebut.

Tujuannya, agar pengunjung tidak hanya datang untuk berswafoto, namun pengunjung dapat menginap dan menikmati suasana sejuk dan keindahan alam, serta kabut hingga pagi hari.

” Kami ingin pengunjung lokal yang berasal dari Kabupaten Tetangga seperti Bulukumba, Bone Hingga dari Kota Makassar ini tidak hanya datang satu atau dua jam saja, tapi kalau bisa menginap juga,” sambungnya.

Kini wisata alam ini kembali diberi julukan lain yang dikenal dengan nama “Berlayar diatas Kabut”. Penamaan julukan wisata “Berlayar diatas Kabut” ini merupakan hasil rembuk pemuda dan pemerintah desa setempat.

Baca Juga: Pedangdut ‘Goyang Itik’ Bakal Hibur Masyarakat Sinjai di Malam Puncak HJS ke 455

” Kebetulan disana memang berkabut sehingga kami bersama pemuda desa berinisiatif membangun miniatur perahu dengan kesan kita seakan-akan berlayar diatas Kabut,” jelasnya.

Lokasi wisata “Berlayar Diatas Kabut” ini berjarak 56 Kilometer dari Ibukota Sinjai. Wisata ini digagas bulan Desember 2018 kemarin melalui program padat karya dari Kementerian Ketanaga Kerjaan, dan Dinas Koperasi UKM dan Ketenaga Kerjaaan Sinjai. (Adi)

Editor/Bahar