oleh

Segini Tarif Retribusi Uji Publik Penggunaan Lapangan Futsall Semi Indor Sinjai..

Kabarsinjai.com – Pemerintah Kabupaten Sinjai telah menetapkan tarif retribusi pemakaian sarana olahraga milik Pemerintah berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2017, perubahan kedua tentang retribusi tempat rekreasi dan sarana olahraga yang ditindaklanjuti melalui peraturan Bupati.

Dalam perbup tersebut diatur tarif retribusi yang yang dibebankan kepada pengguna sarana olahraga, namun tarif tersebut dinilai sangat memberatkan.

Hal ini terungkap dalam rapat sosialisasi yang membahas terkait pengenaan retribusi bagi penggunaan fasilitas olahraga milik Pemkab Sinjai, di Aula Kantor KONI Sinjai, Rabu (10/1/18).

Salah satunya Lapangan Futsal semi indoor yang berada di Jalan Stadion, masyarakat dikenakan tarif retribusi sebesar Rp. 100 ribu/jam.

Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Sinjai H. Haris Achmad menilai besarnya tarif retribusi tersebut sangat memberatkan masyarakat yang ingin menggunakan lapangan futsal tersebut.

“Kami kaget dengan tarif tersebut harusnya diuji publik dahulu, apalagi tarifnya setara dengan sewa lapangan yang saat ini dikomersilkan ditempat lain, sehingga menyulitkan masyarakat untuk menggunakan lapangan tersebut, padahal disisi lain lapangan tersebut dibangun sebagai sarana pembinaan atlet,”ungkapnya.

Jika tarif tersebut tidak dapat direvisi, Haris memberi solusi kepada Dispora Sinjai selaku instansi yang menangani fasilitas olahraga tersebut dengan mengajak kerjasama, khususnya menyangkut pembinaan atlet Futsal Sinjai yang akan berlaga di Porda Kabupaten Pinrang tahun ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Camat Sinjai Utara A. Irwansyahrani selaku Ketua Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) Sinjai yang juga menilai tarif penggunaan lapangan Basket milik Pemkab Sinjai terlalu mahal.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Standarisasi Infrastruktur Olahraga (Dispora) Sinjai Saifullah Ahmad mengatakan bahwa masukan dan saran dari Pengcab olahraga menjadi masukan berharga kami selaku instansi teknis dalam memajuan prestasi olahraga.

“Memang ada Pengcab yang kaget dengan besaran tarif ini, menurut pemikiran kami mungkin OPD terkait dalam hal ini Bapenda kurang maksimal mensosialisasikan sehingga para pengcab tidak paham aturan ini.

Namun ia berjanji sebelum tarif ini berlaku efektif, segala masukan dan saran akan menjadi catatan dan akan ditindaklanjutinya. (*)

Editor : A. Mirza.

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU