oleh

Sejak 2019, Layanan ‘La Sapi’ Bantu Rawat Ternak Ramli

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Di tangan kanan ada smartphone yang digenggam oleh Ramli (33) dan tangan kirinya ia menyuap rumput kedua ekor sapi di kandang tepat di bagian belakang rumahnya di Cappabulu, Desa Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kamis (10/12/2020)

Di telepon genggam itu, Ramli mendapatkan informasi mengenai harga jual beli sapi di Kabupaten Sinjai melalui Layanan Selular Peternakan Terintegrasi (La Sapi milik Dinas Peternakan, Pemerintah Kabupaten Sinjai.

Telepon genggam itu sesekali ia lirik, sambil beri pakan dua ekor sapinya yang baru saja diambil dari kebunnya pagi tadi. Dia mengungkapkan bahwa, dirinya menggunakan aplikasi La Sapi sejak awal tahun 2019 lalu.

Ia banyak memanfaatkan fasilitas itu dengan mendapatkan layanan kesehatan hewan ternak, kartunisasi, inseminasi buatan (IB).

BACA JUGA: Terpapar Corona, Para Santri Panjatkan Doa Untuk Bupati ASA

“Di dalam Aplikasi La Sapi itu, saya manfaatkan untuk minta bantuan layanan kesehatan hewan ke petugas. Seperti kalau sapi kita cacingan atau sedang sakit, cukup beri tahu alamat dan gejala sapi kita yang sakit, tak lama petugasnya datang,” kata Ramli.

Menurutnya, manfaat itulah yang ia rasakan dalam program La Sapi tersebut. Berkat memanfaatkan fasilitas layanan tersebut, sapinya sehat. Tak hanya itu, jika ada sapi tetangganya juga ia bantu pasarkan dalam aplikasi itu.

Ramli mendalami usaha sapi tersebut sejak empat tahun lalu. Dan memanfaatkan fasilitas La Sapi sejak tahun 2019 lalu.

Terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DPKH Sinjai, drh Mappamancu menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sinjai, melalui DPKH menciptakan inovasi Layanan Selular Peternakan Terintegrasi (La Sapi).

Layanan itu akibat banyaknya keluhan dari masyarakat. Dimana harga jual beli sapi kerap dimanipulasi oleh para makelar sapi di daerah tersebut.

” Karena itu kami hadir di masyarakat dengan memberikan solusi terhadap persoalan sapi. Jadi peternak bisa jual langsung sapinya ke masyarakat melalui La Sapi,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Sinjai, Mappamancu.

Diungkap bahwa selama ini, banyak masyarakat membeli sapi dari makelar sapi dengan harga yang mahal. Dengan adanya layanan ini antara penjual dan pembeli dapat membeli sapi dengan tidak terlalu mahal.

Mappamancu juga menjelaskan beragam pelayanan bisa dilakukan melalui La Sapi, mulai dari pelayanan agribisnis, kesehatan hewan, dan pelayanan produksi peternakan yang dijabarkan dengan sebutan “Lima Aksi Baper (Bantu Peternak).

“Lima Aksi Baper itu seperti bantu jual ternak, bantu beli ternak, bantu dapat pelayanan, baik Inseminasi Buatan (IB), Keswan, kartu, dan asuranasi ternak. Lalu, bantu informasi manajemen peternakan dan Keswan dan bantu layanan pengaduan ternak,” ujarnya.

Mappamancu mencontohkan, jika peternak ingin menjual sapi, mereka cukup menyampaikan ke operator La Sapi. Lalu operator mengirim pesan broadcast ke 15 ribu nomor kontak. Sehingga, informasi penjualan sapi bisa tersebar efektif, efisien, dan memudahkan mencari pembeli.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU