oleh

Sekkab Sinjai Akan Buat Aturan Larangan PNS Menggunakan Elpiji 3 Kg

KABARSINJAI.COM – Pegawai Negeri Sipil (PN) yang menggunakan Tabung Gas Elpiji 3 Kg kiranya sadar diri.

Pasalnya tabung gas bersubsidi yang digunakan tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Kepala Seksi Falisitas dan Penyaluran Disperindag Sinjai Jahratuddin mengungkapkan bahwa elpiji 3 kg ini juga banyak digunakan oleh PNS, restoran bahkan perusahaan yang tidak selayaknya menggunakan tabung gas ini.

Khusus di Kabupaten Sinjai, 93 persen warga menggunakan tabung gas subsidi yang seyogyanya diperuntukan untuk warga miskin sedangkan sisanya menggunakan tabung gas 5,5 kg dan 12 kg.

Karena itu ia berharap perlu ada regulasi untuk mengatur pemakaian elpiji di Sinjai sehingga tidak lagi menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca juga ;
Pemkab Sinjai Uji Publik Dokumen KLHS RPJMD 2018-2023
Hingga Agustus 2018, Realisasi PBB P2 di Sinjai Baru Mencapai 44 Persen
Pengungsi Korban Gempa Lombok di Sinjai Khawatir Anaknya Putus Sekolah

“Kita berharap seperti itu termasuk menghindari kelangkaan ataupun harga yang cukup tinggi agar tidak menimbulkan lagi keresahan ditengah masyarakat”, Harapnya.

Menyikapi hal ini, Sekertaris Daerah Kabupaten Sinjai Drs. Akbar akan membuat aturan larangan PNS menggunakan gas bersubsidi tersebut.

“Peruntukannya kan jelas, karena itu PNS harus sadar untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 Kg, Insha Allah kita akan buat aturannya itu”, Tegasnya.

Sementara itu Penjabat Gubernur Sulsel Dr. Sumarsono usai bersilaturahmi dengan ASN di Sinjai, Senin (27/8/18) lalu juga mengatakan bahwa permasalahan ini juga dirasakan hampir di seluruh daerah di Sulsel.

Menurutnya, PNS seharusnya menggunakan elpiji 5,5 atau 12 kg namun kenyataannya masih ada PNS menggunakan gas elpiji 3 kg.

“Disinilah aparat PNS sedang diuji kesadaran nasionalisme yang dimilikinya, kami hanya sebatas menghimbau saja karena tidak mungkin kita pecat dengan alasan memakai gas subsidi tersebut,” ucapnya. (*)

Editor / Riswan

Komentar Facebook

BERITA TERBARU