oleh

Silahkan Dicek, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Subsidi Gaji 3.000 Tenaga Kerja di Sinjai

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Sinjai, Gasali, menyebut Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2022 yang disiapkan Pemerintah Pusat telah cair mulai hari ini, Senin (13/9) secara bertahap.

Setiap penerima menerima program BSU sebesar Rp.600 ribu yang langsung diterima dalam satu kali pembayaran. Total tenaga kerja yang diusulkan untuk mendapatkan program ini sebanyak 3 ribu lebih tenaga kerja untuk tahap pertama.

“Kita di Sinjai ini telah mengajukan kurang lebih 3 ribu tenaga kerja tahap pertama. Mulai hari ini sudah cair di rekening bank himpunan bank milik negara (Himbara). Silahkan di cek,” kata Gasali.

Dia membeberkan bahwa, BSU ini sudah berjalan sejak tiga tahun terakhir. Pada tahun 2020-2021 BSU disalurkan karena adanya pandemi Covid-19. Sementara di tahun 2022, dalam beberapa waktu terakhir ada kenaikan harga produk, barang dan jasa sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Baca juga: Bupati ASA Temui Menpan RB, Perjuangkan Nasib Tenaga Sukarela Kesehatan dan Pendidikan di Sinjai, Ini Alasannya

“Untuk itulah pemerintah mengucurkan BSU untuk tahun 2022 khususnya dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Tenaga kerja yang akan mendapatkan BSU adalah mereka yang memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan Kemnaker nomor 10 tahun 2022,” jelasnya.

Gasali menghimbau kepada perusahan yang ada di Kabupaten Sinjai untuk melakukan pengkinian data. Sebab, pencairan BSU ini tiga tahap.

“Nanti kita akan susul ditahap kedua sehingga harapan kita kepada pihak perusahaan agar melakukan pengkinian data, validasi data, laporkan lagi data-data tenaga kerja jangan sampai ada nomor rekeningnya misalnya masih Bank Sulselbar karena penyalurannya melalui bank Himbara,” bebernya.

Baca juga: Pimpinan Bank Sulselbar Sinjai Apresiasi Inovasi Pemerintah “SIBANTUKI”

Ditambahkan Gasali, jika untuk pendaftaran tahun 2022 akan kembali mengajukan lagi kurang lebih seribu tenaga kerja. “Yang seribu ini didominasi tenaga kerja rata-rata perangkat desa, BPD dan staf desa,” jelasnya. (Tim)

Komentar Facebook