Soal Air Kemasan Merek Argus yang Disinyalir Ilegal di Sinjai, Ini Fakta Sebenarnya

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Mengenai air kemasan merek Argus yang disinyalir ilegal dan tersebar di kalangan masyarakat Kabupaten Sinjai, pihak perusahaan PT Argus Rezky Pratama sebagai produsen air kemasan 220 ml tersebut angkat bicara dengan melakukan klarifkasi dengan Pemeritah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai.

Klarifikasi ini difasilitasi Wabup Sinjai, Hj Andi Kartini Ottong di ruang kerjanya, Senin (29/7/2019), yang dihadiri Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dra Hj. Darmawati, perwakilan Disperindag, Satpol PP dan pihak perusahan PT. Argus Rezky Pratama.

Hj. Agusnawati, pemilik perusahaan mengatakan, terkait adanya kode produksi (No. Registrasi MD 265220001167) yang tidak sesuai dengan nomor registrasi yang terdaftar di BPOM sebelumnya merupakan kode produksi lama Argus sebelum kode produksi baru (No.Register MD 265220001168) terbit beberapa bulan lalu.

Lebih jauh diungkapkan, pemakaian lead lama pada merek Argus ini juga dikarenakan pemesanan bahan baku lead yang memakan waktu yang cukup lama, sedangkan kode produksi dari BPOM tidak jelas waktu terbitnya, sehingga pihaknya tetap memakai lead lama yang jumlahnya pada saat itu masih 1200 rol.

“Tidak mungkin juga kami memakai lead lama kalau sudah ada yang baru seandainya tidak ada stok, buktinya kami juga sudah memakai yang baru dan ternyata baru kami juga tau kalau kode produksi kami(No. Registrasi MD 265220001167) sudah dipakai sama merek lain yang kemasan 19 Liter, jadi itu stok lama,” ujarnya.

Namun ia menegaskan jika kualitas air minum yang dihasilkan pada perusahaan miliknya (Argus Red) layak komsumsi dan tidak berpengaruh dengan adanya kejadian ini, karena persoalan ini hanyalah kesalahan pemakaian lead lama (kode produksi).

Sementara itu, pihak Dinkes Sinjai menuturkan jika apa yang dilakukan sudah sesuai dengan fungsi pengawasan Dinas Kesehatan untuk menjaga kualitas bahan makanan, dan minuman karena menyangkut orang banyak.

“Jadi kami sudah dua kali sebenarnya dapati temuan begini, dan yang satunya itu sudah ditutup karena memang tidak sesuai dengan aturan,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dra Hj. Darmawati.

Dikatakan, managemen perusahaan Argus, sudah melanggar aturan juga karena dari hasil sidak tim terpadu beberapa waktu lalu juga ditemukan air kemasan Argus yang berbeda dimana kode BPOM yang tertera pada kardus berbeda dengan yang dikemasan air.

“Kita serahkan ke BPOM bagaimana hasil tindaklanjutnya,” jelasnya Dengan kejadian ini, diharapkan menjadi pembelajaran bahwa kode produksi yang lama sudah tidak bisa dipakai lagi setelah terbit kode produksi baru dari BPOM.

Sebelumnya diberitakan media ini, Dinkes Sinjai mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan teliti mengkomsumsi air kemasan (Air Mineral) isi 220 ml yang tersebar.

Pasalnya, dalam hasil penelusuran Dinkes dan BPOM Makassar telah menemukan air kemasan yang tidak sesuai dengan kode produksi yang terdaftar di BPOM. (Adi)

Editor/Bahar