oleh

Soal Kasus Proyek Trotoar Bermasalah, Kejari Sinjai Akui Telah Periksa Enam Orang Saksi

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai telah memeriksa enam orang yang diduga terlibat dalam kasus proyek pembangunan Trotoar di Sinjai.

Proyek yang menelan anggaran Rp870 juta dari dana APBD tahun 2018 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai, bahkan ditegaskan akan ditindak lanjuti dengan serius, menyusul penetepan tersangka.

Olehnya itu, pihak Kejari terus melakukan pengembangan dan penyidikan terkait kasus ini untuk selanjutnya akan menetapkan tersangka.

“Sudah ada enam orang sudah kami periksa terkait kasus ini,” jelas Kasi Intel Kejari Sinjai, Zaenal Salampessys aat ditemui usai menerima unjuk rasa Yayasan Institute Hukum Indonesia (IHI) Sinjai, Rabu (16/10/2019)

Baca Juga: Jumlahnya Membludak, Disperindag Sinjai Siasati Jalan Depan Pasar Lappa Dipakai Pedagang

Meski enggan membeberkan nama-nama yang telah diperiksa. Namun Zaenal menyebut terperiksa itu adalah dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pelaksana dan konsultan.

“Yang jelas dalam satu kasus dugaan spek yang tidak sesuai dalam pembangunan itu otomatis diperiksa PPK, Pelaksana dan konsultan, entah itu konsultan perencana maupun pengawas sama-sama diperiksa semua,” katanya.

Beberapa orang yang telah diperiksa tambahnya, ada yang berasal dari Dinas PUPR. Diakuinya dalam kasus ini terdapat indikasi kerugian negara.

Pihaknya juga telah turun langsung melihat hasil pekerjaan pembangunan itu.
“Indikasi kerugian pasti ada, yakin ada karena jelas biar orang awam pun tahu itu bagaimana hasilnya,” kata Zaenal.

Baca Juga: DPK Sinjai Klaim Pengunjung Perpustakaan Capai 200 Pembaca Setiap Harinya

Bahkan pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan ahli mengenai kerugian negara.

“Saya juga sudah koordinasi dengan ahli mengenai kerugian negara dan tenaga ahli yang kami pakai itu intinya diakui oleh BPKP. Isnhaa Allah, Kita akan tuntaskan kasus ini,” kuncinya. (Tim)

Editor /Bahar

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU