oleh

Tahun 2020, Angka Stunting di Sinjai Turun 0,23 Persen

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Dari berbagai macam upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dalam menekan angka stunting di tahun 2020 akhirnya dapat terwujud.

Terbukti, inovasi pencegahan stunting yang dilakukan Pemkab menempatkan posisi Sinjai mengalami penurunan diangka 0,23 persen.

Penurunan prevalensi stunting hanya mencapai 0,23 persen dalam satu tahun, karena disebabkan oleh menurunnya cakupan pelayanan kesehatan selama bulan Maret-Agustus 2020 di Sinjai.

Hal itu dikarenakan penutupan dan pembatasan layanan di posyandu serta sarana pelayanan kesehatan lainya akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Pemkab Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Literasi di Sinjai

Tak dapat dipungkiri, menurunnya angka stunting di Kabupaten Sinjai tak lepas dari kinerja seluruh komponen terkait, baik dari Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, aparat Kecamatan, Kelurahan dan Desa, serta Perangkat Daerah Lingkup Pemkab Sinjai.

Hal tersebut dikatakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai, Mukhlis Isma usai membuka review kinerja tahunan aksi integritas stunting di Aula Pertemuan Warung Nikmat. Rabu, (27/01/2021).

“Tahun 2020 ini kita berhasil menurunkan angka stunting di Kabupaten Sinjai yang sebelumnya 8,21 persen menjadi 7,98 persen, artinya mengalami penurunan 0,23 persen,” ucap Mukhlis.

Memang lanjut dia, berbagai kegiatan intervensi stunting terintegrasi yang dilaksanakan oleh Pemkab Sinjai diantaranya program Masyarakat Desa Cegah Stunting (Madeceng).

Kemudian penyediaan PMT berbasis pangan lokal pada semua sasaran stunting, wasting dan bumil yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat.

BACA JUGA: 1.841 Dosis Vaksin Tiba di Sinjai Malam ini

“Kita patut berbangga karena pelaksanaan aksi konvergensi stunting mulai aksi 1 hingga 4 yang telah dilaksanakan tahun lalu, mendapat apresiasi dari Pemprov Sulsel sebagai kabupaten peringkat kedua hasil penilaian kinerja,” tandasnya.

Mukhlis berharap keberhasilan menurunkan angka stunting menjadi pelecut untuk terus melakukan inovasi di tahun 2021.

Tentu yang ingin kita capai di tahun 2021 ini semakin baik dibandingkan tahun 2020, karena kita mencapai penurunan 0,23 persen meski tahun sebelumya kita bekerja di tengah pandemi Covid-19,” harapnya. (Ril/Baso)

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU