oleh

Tak Ingin Ditagih, HP Kredit  Dilaporkan ke Polisi Raib Digondol Begal, Ternyata!

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Ada saja akal bulus pelaku kejahatan dalam tindak pidana penggelelapan barang masih kredit untuk menghindari penagihan dengan cara memberikan keterangan palsu ke petugas kepolisian.

Seperti inilah yang dilakukan oleh pasangan suami Istri (Pasutri) Anugrah dan Salma yang kini berurusan oleh aparat kepolisian Polsek Panakkukang lantaran membuat keterangan palsu.

Barang berupa ponsel yang dikredit disebuah perusahaan pembiayaan di Makassar dilaporkan hilang. Dalam keterangan Salma. Ia mengaku jika dirinya dibegal oleh pelaku, laporan itu pada tanggal 24 Januari 2020

Baca Juga: Kinerja Pansel Beasiswa Mahasiswa Disorot, Anggota DPRD Sinjai Akan Cari Kebenarannya

Petugas kepolisian pun menindaklajuti laporan ibu rumah tangga (IRT), tersebut. Usut punya usut terkuak bahwa laporan yang dilayangkan IRT tersebut adalah laporan palsu itu terungkap setelah petugas kepolisian berhasil mengindentifikasi dan mengamankan seorang yang menguasai ponsel yang dilapor hilang.

“Seorang yang menguasai ponsel yang sebelumnya dilapor oleh IRT Salma bahwa dirinya jadi korban begal, seorang l yang diamankan itu saat di interogasi mengaku bahwa ponsel yang dikuasainya itu ia beli dari seorang pria bernama Anugrah. Dari sinilah terungkap bahwa Salma memberikan keterangan Palsu,” beber Kapolsek Panakkukang, Kompol Jamal Fathur Rakhman, Rabu (12/2/2020)

Tak butuh waktu lama tim Resmob yang pada hari Jumat (7/2/2020), langsung mendatangi sebuah rumah di Jalan Cambajawayya, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang.

“Dari rumah itu diamankan seorang pria dia adalah Anugrah suami dari Salma, selanjutnya tim Resmob menggiringnya ke Posko Resmob Panakkukang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsek.

Baca Juga: Jawab Keresahan Warga, Pemkab Alokasikan Puluhan Miliar Untuk Sinjai Barat, Ada Perbaikan Jalan

Menurut penuturan Anugrah sambung Kapolsek, dirinya mengakui perbuatannya bahwa ponsel yang masih di kreditnya itu ia jual ke seorang yang tidak dikenalinya lewat media sosial.

“Katanya ponsel yang di kreditnya itu di jual ke seorang yang tidak dikenalinya lewat media sosial, setelah itu muncul akal bulusnya. Dia lalu menyuruh istrinya (Salma) melapor di Mapolsek Panakkukang dalam keterangannya bahwa dirinya jadi korban begal di Jalan Abdullah Daeng Sirua. Kasusnya masih dalam pengembangan, Salma masih buron. Kini suaminya (Anugrah) di proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kapolsek. (Ismar/BB)

Editor/Andis

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU