oleh

Tak Puas Karena Durasi Suami Terlalu Pendek, Ibu Ini Nekat Jadi Tante Girang

KABARSINJAI.COM, – JIKA ada istri paling gatel se Surabaya, mungkin hanyalah Ny. Karmila, 40. Tak puas nafkah batin dari suami yang bonggolnya segede odol hotel, nekad cari kepuasan dari luar. Jika Jokowi mengajak banyak anak muda masuk kabinet, Ny. Karmila malah gandeng banyak anak muda untuk urusan ranjang. Tentu saja suami mencak-mencak.

Kata orang-orang “penganut” ilmu Katurangganing Wanita, perempuan berpostur bongkok udang sangat kuat dan doyan dalam urusan asmara. Dia tak puas jika pelayanan suami seperti iklan di TV, durasinya pendek-pendek. Maunya yang lama, seperti tersangka ujaran kebencian diperiksa polisi. Akhirnya, bagi yang tak kuat imannya lalu mencari tokoh alternatif di luar rumah, untuk diajak rekonsiliasi.

Ny. Karmila dari Surabaya ini rupanya termasuk perempuan yang demikian. Meski posturnya tidak mbongkok udang, cenderung seperti Cangik wayang kulit, kurus tinggi, langsing, dada rata (kutilang darat), tapi lumayan haus asmara. Baginya, seks adalah panglima. Meski Dulhadi, 45, suaminya bisa memanjakan secara materi masih tak puas juga.

Baginya antara bonggol dan benggol harus berbanding lurus. Soal benggol Dulhadi, memang bisa memanjakan segala keinginannya, dari rumah bagus, kendaraan Toyota Kijang Inova terbaru, sampai kitchen set yang wow….. Tapi dalam urusan ranjang dia tak pernah puas karena ukuran “burung” suami maaf kata,nyenil ibarat ….odol hotel!

Gara-gara itulah Karmila lalu mencari tokoh alternatif di luar. Sekali dapat memang nyata benar bedanya. Anak muda ini anerjik, sangat kreatif dan banyak inovasi. Maka jika Presiden Jokowi hendak merekrut banyak anak muda untuk jadi menteri, maka Karmila menyainginya merekrut banyak anak muda pula untuk urusan ranjang. Yang kinerjanya di ranjang cukup bagus, dipertahankan. Tapi yang mengecewakan langsung diresafle tanpa ampun.

Tapi gara-gara jadi tante girang, pengeluaran Karmila jadi boros, karena dia harus membiayai banyak kebutuhan “gigolo”-nya. Sekali waktu terjadilah defisit anggaran, sehingga kemudian mengajukan APBN-Perubahan. Alasannya banyak pengeluaran tak terduga, seperti sumbangan kematian, oleh-oleh bezuk orang sakit, sampai nyumbang orang hajatan.

Bulan berikutnya masih terjadi lagi, sehingga Dulhadi mulai curiga. Kecurigaan makin membuncah ketika pas HP istri ditinggal mandi berbunyi. Begitu diangkat suara diseberang terus nyerocos saja, “Ma, minta duit dong. Transfer segera ya, muaahhhh!”. Dikiranya yang menerima Karmila sendiri, padahal…….

Begitu selesai mandi Karmila langsung diseret dan diinterogasi untuk menjawab sejumlah pertanyaan tentang ujaran permesuman. Tentu saja Karmila seperti kerupuk sermier disiram sayur. Habis semua tuduhan suami benar adanya, posita dan petitumnya tak bisa dibantah. “Sudahlah, kita bercerai saja. Harta goni gini kita bagi dua,” kata Dulhadi tak mau ada kompromi.

Sekarang Karmila baru sadar, benggol suami itu cukup gede, meski bonggolnya hanya sebesar odol hotel. Apa urusan manusia hidup hanya bonggol semata? Menyesal sekarang Karmila, tapi suaminya dikenal sebagai lelaki yang sulit memaafkan orang, apalagi soal prinsipil dan nyempil pula. Maka dia pasrah saja ketika esok paginya diajak ke pengadilan untuk mendaftarkan perceraian.

Kasihan Karmila, yang lain pada daftar Capim KPK, ini malah daftar mau cerai. (Gunarso TS)

Sumber / Poskotanews.com

Editor / Andis

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU