Tak Terima Disebut Penipu, Nursanti Caleg Nasdem Sinjai Lapor Balik ke Polda Bersihkan Nama Baik

KABARSINJAI – Salah seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) partai Nasdem Kabupaten Sinjai, Hj. Nursanti dikabarkan menipu seorang pengusaha asal Bangka Belitung serta melakukan penggelapan.

Bahkan, Caleg Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Sinjai, ini telah dilaporkan ke Polda Sulsel oleh H. Junaidi yang merupakan rekan bisnis di tambangnya di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Tak terima disebut penipu dan pelaku penggelapan, Nursanti ‘geram’. Ia mengaku telah melapor balik ke Polda Sulsel per tanggal 16 Januari 2024 kemarin.

Demikian ditegaskan Nursanti saat menggelar konferensi pers di Posko Pemenangannya di Jalan AP. Pettarani, kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Minggu (21/1) sore.

“Saya dianggap penipu dan pelaku penggelapan padahal ini kerja sama bisnis investasi yang saya jalankan bersama pak Junaidi, makanya saya lapor balik karena saya merasa dirugikan,” ucapnya.

Nursanti merunut awal mula kerja sama investasi yang dilakukan bersama Junaidi saat dikenalkan oleh seorang rekan sesama pengusaha tambang tahun 2022. Usai melakukan survei dan kembali ke kota Makassar, Junaedi menghubungi Nursanti untuk bekerjasama.

Mereka sepakat dan dituangkan dalam perjanjian kerja sama bisnis yang mengikat keduanya, bahwa segala bentuk kerugian ditanggung bersama. Begitu juga dengan keuntungan akan dinikmati bersama.

Atas dasar itulah Junaidi menyuntik dana segar sebesar Rp500 juta ke rekening Nursanti untuk biaya sewa alat berat yang akan beroperasi di lokasi tambangnya. Sementara untuk operasional dilakukan langsung oleh Junaidi seperti biaya solar dan sebagainya.

“Jadi memang itu uang Rp500 juta masuk rekening saya untuk sewa alat beratnya untuk beroperasi bukan utang piutang. Kalau selebihnya saya tidak tahu sama sekali karena pak Junaidi sendiri yang urus untuk biaya solar dan sebagainya,” sambungan.

Hanya saja dalam perjalanannya setelah hasil tambang akan dijual, nilai kadar Nikel yang dikelola Junaidi merosot. Jika dijual harganya hanya ditaksir mencapai Rp500 juta.

“Inilah yang menurut pak Junaidi mungkin rugi karena harganya merosot dan tidak sesuai ekspektasinya. Makanya dia mau uangnya kembali yang dia taksir Rp1 miliar habis,” tambahnya.

Selama ini kata Nursanti, pihaknya juga telah berniat baik untuk mengembalikan dana investasi sebanyak dua kali dengan nilai Rp300 juta, namun ditolak.

“Saya punya itikad baik meskipun sebenarnya ini kerja sama investasi tapi waktu itu ditolak. Dua kali saya lakukan itu tapi maunya langsung Rp1 miliar,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Nursanti juga membantah terkait bukti pinjaman sementara senilai Rp415 juta, dan menganggap tanda tangannya telah dipalsukan.

“Ini juga yang saya heran karena saya tidak pernah menandatangani pinjaman sementara. Saya akan kejar ini kalau perlu akan saya buktikan dengan pemeriksaan forensik apakah itu asli atau palsu karena memang saya merasa tidak pernah tanda tangan itu,” pungkasnya.

Tak sampai disitu, Nursanti juga menyorot penjualan kargo tanpa izin yang dilakukan Junaidi tanpa sepengetahuannya. “Satu-satu dulu. Kita mulai dari pencemaran nama baik dulu, baru kita akan lanjut ke yang lainnya karena ini murni telah membunuh karakter saya, apalagi saya caleg,” kuncinya. (AC)