Tekan Kasus Malaria, Ini Langkah yang Dilakukan Dinkes Sinjai

KABARSINJAI.COM, Sinjai,- Pengelola program Malaria di 16 Puskesmas di Kabupaten Sinjai mengikuti Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Malaria yang dirangkaikan dengan Sosialisasi pelaksanaan E-Sismal atau sistem pencatatan dan pelaporan surveilans malaria berdasarkan elektronik, Senin (02/09/19)

Monev tersebut bertempat di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, dan berlangsung selama tiga hari kedepan hingga tanggal 4 September 2019 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes Sinjai) dr Andi Suryanto Asapa mengatakan, kegiatan Monev tersebut dilakukan agar pengelola program malaria di setiap Puskesmas mampu menemukan, memahami penatalaksanaan kasus maria.

Baca Juga: Dokter Puskesmas di Sinjai Ikuti Mini Simposium Penyakit Jantung

Selain itu diharapkan, pengelola mampu menyusun perencanaan program dan logistik Malaria di wilayah kerjanya masing-masing.

“Sistem pencatatan inilah yang dipakai pengelola malaria secara terus menerus untuk melaporkan kasus malaria hingga ke pusat”, katanya.

Selain dilakukan pemberian materi, kegiatan ini juga akan disertai dengan praktek lapangan dengan melakukan pemeriksaan lapangan secara keseluruhan.

Apalagi saat ini, kasus Malaria di Kabupaten Sinjai terhitung 10 kasus yang tersebar di tiga kecamatan yang tejangkit seperti Kecamatan Sinjai Tengah, Sinjai Barat dan Pulau IX (Sembian).

Baca Juga: Tabligh Akbar 1 Muharram 1441 H, Ini Pesan Bupati Sinjai

“Besok kita akan lakukan kunjungan ke Pulau dalam rangka pemeriksaan untuk melihat apa betul kasus malaria ini murni kasus dari dalam atau kasus impor (warga pendatang yang membawa malaria)”, sambungnya.

Upaya untuk mencegah dan menekan tingginya kasus malaria di Kabupaten Sinjai, pihaknya akan melakukan surveilans migrasi. Metode ini berupa melakukan pendataan kepada setiap penduduk yang datang ke wilayah Kabupaten Sinjai. (Adi)

Editor/Bahar