oleh

Terbukti Melakukan Pelanggaran Pilkada, Dua Kades di Sinjai di Vonis 2 Bulan Penjara

KABARSINJAI.COM – Pengadilan Negeri Sinjai menjatuhkan hukuman penjara selama dua bulan terhadap dua Kepala desa (Kades) di Kabupaten Sinjai. Kedua Kades tersebut adalah Kades Tongke-tongke, Sirajuddin dan Kades Lasiai, Ambo Tuo.

Mereka divonis karena terbukti melakukan pelanggaran yakni menghadiri kampanye paslon Gubernur SulSel, Iksan Yasin Limpo di desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur beberapa waktu lalu.

Putusan vonis ini, disampaikan oleh Hakim Ketua, Agung Nugroho Suryo Sulistio dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Sinjai, Selasa (08/05) Sore. Dimana dalam sidang putusan tersebut, sangat jelas bahwa ke dua terdakwa terbukti melakukan pelanggaran pasal 188 junto pasal 71 tahun 2016 tentang Pilkada.

“Jadi setelah melalui proses persidangan dan mendengarkan saksi-saksi sebelumnya, maka hari ini kami putuskan bahwa terdakwa di hukum dua bulan penjara dengan masa percobaan selama empat bulan dan denda Rp.5000”, Jelasnya.

Meskipun tidak menjalani kurungan penjara namun selama masa percoabaan itu tidak lagi melakukan pelanggaran pidana.

Usai menyampaikan putusan itu, Hakim Ketua meminta tanggapan ke dua terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Bagaimana putusan ini terima atau tidak, jika tidak kami berikan waktu selama tiga hari untuk mengajukan banding”, Tegas Ketua Hakim.

Bagi kedua kepala desa tersebut menerima putusan itu, dan untuk mengajukan banding sepertinya tidak. “Kami menerima yang mulia,” ucap Kades Tongke-tongke, Sirajuddin dan kades lasiai, Ambo.

Foto: Ambo Tuo (kanan) dan Sirajuddin (kiri) usai mengikuti sidang putusan di PN Sinjai.

Sementara JPU Erfah Basmar meminta waktu kepada majelis hakim untuk mempertimbangkan vonis tersebut. “Kami fikir-fikir dulu yang mulia,” ucap Erfah Basmar, Kasi Pidum Kejari Sinjai.

Karena itu, putusan sidang tersebut belum dinyatakan incrah, sampai batas waktu tiga hari yang diberikan majelis hakik untuk melakukan banding.

Kades Lasiai, Ambo yang dimintai keterangan soal vonis hukuman dua bulan penjara terhadap dirinya mengaku menerima putusan itu, meskipun barangkali hakim memberikan waktu selama tiga hari untuk mengajukan banding.

“Kami menilai keputusan hakim ini sangat bijak, dan kami menerima itu, untuk banding sepertinya tidak”, terangnya. Ia berharap persoalan ini menjadi pelajaran bagi dirinya dan kepala desa lainnya.

Kemudian pihaknya juga meminta kepada Panwaslu agar aktif melakukan sosialisaai terkait aturan pilkada terlebih sanksi bagi kepala desa jika terbukti melakukan politik praktis. “Ini penting agar tidak ada lagi yang diproses seperti saya”, harapnya. (*)

Editor : Riswan.

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU