oleh

Terkait Obat Tak Berlabel, Dinkes Sinjai Jadwalkan Pemanggilan Pemilik Tempat Praktek

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sinjai memastikan akan memberikan teguran dan sanksi tegas terhadap tempat praktek yang ada di Dusun Bukit, Desa Saotengnga, Kecamatan Tellulimpoe.

Pasalnya, tempat praktek tersebut diduga telah memberikan obat kepada warga sehingga merasakan sakit dan nyeri pada bagian perut.

Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa menuturkan, setelah kejadian, Dinkes melalui Kepala Bidang Pelayanan kesehatan sudah melakukan kunjungan ke lokasi. Demikian juga, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Baca Juga: Dua Warga Tellulimpoe Dirawat di Puskesmas Usai Komsumsi Obat Kapsul Tak Berlabel

Tak hanya itu, pihaknya melalui puskesmas setempat akan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan (pemilik praktek) untuk dimintai keterangan.

“Akan dilakukan pemanggilan ke yang bersangkutan untuk mengetahui statusnya apakah ada surat ijin operasional atau tidak,” tegas Suryanto, Sabtu (19/10/2019) malam saat dikonfirmasi.

Rencananya, pemanggilan itu akan dilakukan pada hari Senin (21/10/2019) mendatang.

“Senin, puskesmas yang punya wilayah kerja lebih dahulu kemudian Dinkes, selanjutnya akan dilakukan kunjungan Tim Terpadu ke tempat yang bersangkutan untuk melihat kondisi yang sebenarnya,” ungkapnya.

Ditanya soal langkah dari Dinas Kesehatan jika praktek tersebut tak memiliki ijin operasional, dr. Dedet sapaan Andi Suryanto Asapa menegaskan, kalau pihaknya akan mengambil langkah tegas.

“Tentu akan ada tindakan dan langkah yang lebih tegas dari Dinkes serta organisasi profesi terhadap yang bersangkutan,” tegasnya lagi.

Termasuk dari pasien kalau merasa  keberatan dengan tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
“Tapi tentu lain lagi masalahnya,” jelasnya.

Baca Juga: Hadir dan Sedia Setiap Saat, Ini Daftar Telepon Layanan Kesehatan Sinjai

Sebelumnya diberitakan, dua warga harus dilarikan ke Puskesmas Lappae, setelah diduga mengkomsumsi obat dari tempat praktek kesehatan oleh seseorang berinisial SM. Obat yang diberikan ke warga itu berupa kapsul dan diduga tak berlabel.

Akibatnya, pasien berinisial AT (65), saat ini masih ada diruang perawatan Puskesmas Lappae, dan pasien yang satunya lagi berinisial AR (62) hanya memeriksakan kondisinya melalui Poli. (Red)

Editor/Andis

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU