oleh

Terungkap Dalam Persidangan Kedua, Ical Lama Jadi Pengedar Narkoba

KABARSINJAI.COM, Bone, – Masih ingat kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Bone? Kini sudah memasuki sidang kedua hari ini, Selasa (24/3/2020) di Pengadilan Negeri Watampone. Fakta baru pun muncul.

Dalam lanjutan sidang pemeriksaan saksi yang dimulai pukul 14.40 hingga 17.30 terhadap dua saksi dari Polda Sulsel, Brigpol Sukardi (36) dan Aipda Sudirmam (40), terungkap jika Rizal alias Ical merupakan pengedar yang menerima barang dari RA yang bestatus (DPO).

Pantauan lapangan, jika Rizal alias Ical menerima barang dari bandar narkoba berinisial RA untuk diedarkan sudah menjadi target operasi oleh pihak Polda Sulsel sejak lama, pasalnya terdakwa sudah melakukan kegiatannya mengedarkan narkoba sejak lama.

Baca Juga: Ical, Terdakwa Bandar Narkoba di Bone Juga Dijerat Pasal 131, Ada Apa?

“Berdasarkan keterangan saat diintrogasi, Ical mengaku menerima barang narkoba untuk dipasarkan, dari, RA yang saat ini masih bertatus DPO,” kata Sudirman dihadapan majelis hakim.

Saat Ketua Majelis Hakim, Surachmat SH MH menanyakan apakah sabu itu hanya disimpan oleh Randi kemudian diketahui Ical atau memang diberikan untuk dijual. Saksi mengatakan bahwa barang tersebut untuk dijual.

“Untuk didistribusikan dan dijual, tidak mungkin barang begitu berharga disimpan saja. Dan sudah diakui Ical bahwa itu buat dijual,” tambahnya.

Baca Juga: Oknum Pengacara Larang Wartawan Liputan di Persidangan Kasus Narkoba, Ada Apa?

Lanjut Sukardi, bahwa Ical telah beberapa melakukan transaksi sabu dan menerima keuntungan 15 juta per 4 hari dari hasil penjualan sabu tersebut

“Berdasarkan informasi pelaku telah beberap kali menjual sabu milik RA (DPO), dan menerima keuntungan 15 juta per 4 hari dari hasil penjualan sabu,”

Sukardi menjelaskan dalam keterangannya, mengatakan bahwa saat dilakukan penangkapan ditemukan sabu sebanyak 204 sachet yang tersimpan didalam tas wana hijau.

“Saat penangkapan kami tim menemukan sejumlah sabu yang tersimpan di dalam kios yang dikuasai oleh pelaku dan sejumlah alat isap sabu,” katanya.

Foto: Terdakwa bandar narkoba (Ical) menggunakan kursi roda

Lebih jauh Sukardi menjelaskan saat dilakukan penangkapan, pelaku berusaha membuang kunci kios miliknya yang di dalam kois itu tersimpan barang haram itu.

Baca Juga: Pemkab Sinjai Akan Siapkan Dana untuk Penanganan Corona

Selain itu, pelaku mencoba melarikan diri dan diberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU