oleh

Tim Penilai Lomba Pokdarwis Tingkat Nasional, Sambangi Desa Tongke-tongke

KabarSinjai.com – Tim penilai dari Kementrian Pariwisata RI melakukan penilaian kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tingkat Nasional, di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur. Senin, (28/08).

Penilaian Pokdarwis tersebut dalam rangka meningkatkan kesiapan dan kepedulian masyarakat di sekitar destinasi atau obyek wisata hutan mangrove (Hutan Bakau) Tongke-tongke.

Ketua Pokdarwis Aku Cinta Indonesia (ACI) Mangroove, Sainuddin dalam laporannya menyampaikan bahwa lahirnya Pokdarwis tentunya tidak terlepas dari kebersamaan dari stackholder terkait untuk mendorong lahirnya Pokdarwis di desa Tongke-tongke.

Sementara Asisten Administrasi Umum Setdakab Sinjai Drs. Akmal Muin dalam sambutannya mewakili Bupati Sinjai dihadapan tim penilai menyampaikan bahwa, pelestarian dan perlindungan kawasan pesisir ini dimulai dengan penanaman pohon bakau yang telah dilakukan oleh masyarakat pada tahun 1985 yang di inisiasi oleh Muh Tayyeb.

“Upaya ini mendapat apresisasi pemerintah pusat dalam penganugrahan piala Kalpataru oleh Bapak Presiden pada tahun 1993”, katanya.

Lebih lanjut dikatakan esensi dari hutan bakau Tongke-tongke sendiri sebagai obyek wisata adalah bagaimana hutan bakau bisa memerikan perlindungan abrasi pasang laut dan memberikan nilai ekonomi seperti penghasilan dan sumber pandapatan bagi masyarakat setempat.

“Dengan hadirnya kawasan hutan bakau Tongke-tongke, terbukti menggerakkan aktifitas usaha ekonomi nyata yang telah memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat”, tutupnya

Sedangkanp Ketua Tim penilai utusan Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata RI, Hilda Sabri mengatakan, bahwa Pokdarwis merupakan suatu organisasi yang dibentuk di suatu destinasi wisata yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan pariwisata di daerahnya serta diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan pariwisata.

“Hutan Mangroove di daerah lain juga punya, namun kenapa sampai Mangroove Tongke-tongke yang masuk semi final, pasti ada sesuatu yang menarik, jadi saya harapkan agar kelompok sadar wisata dapat memahami serta mampu mewujudkan konsep sadar wisata dan prinsip prinsip sapta pesona, dan menumbuhkan kepedulian masyarakat”, Kata Hilda yang juga Wartawan Senior Bisnis Wisata Indonesia.

Dirinya menambahkan agar bisa mencapai hasil yang maksimal dalam lomba ini, mengingat sudah berada ditahap semi final (25 Besar), seluruh masyarakat, aparat dan semua pihak umtuk melakukan pencitraan yang baik melaui media sosial sehingga bisa langsung mendunia.

“Dari 150 Obyek wisata yang lolos tahap verifikasi Hutan Mangroove Tongke-tongke berhasil lolos 25 besar. Jadi setelah penilaian ini rencananya pengumuman penilaian lomba Pokdarwis tersebut akan diumumkan pada hari Pariwisata Internasional 27 September mendatang” tutupnya.

Turut hadir Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, Kepala desa Tongke-Tongke beserta Jajaran, Pengurus PKK Kecamatan Sinjai Timur, Tokoh Masyarakat, serta Tokoh Pemuda setempat. (*)

Editor   : A. Mirza.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU