Tradisi Berburu Hama Babi di Sinjai, Tujuh Ekor Tumbang

KABARSINJAI.COM, Sinjai – Ratusan warga Sinjai, Sulawesi Selatan berburu hama babi, Minggu (08/09).

Tradisi secara turun temurun ini dilakukan disalah satu perkampungan atau dikawasan hutan di desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai.

Dari hasil buruan warga, sebanyak 7 ekor hama babi yang tumbang dengan  menggunakan tombok dan puluhan ekor anjing. 

Kepala Desa Baru, Andi Majid menuturkan, tradisi berburu hama babi ini merupakan warisan leluhur yang dilakukan secara turun temurun ketika musim kemarau tiba. Masyarakat setempat menyebutnya, ‘Maddengngen atau Marrengngen Bahi’.

Dikatakan ratusan warga yang datang berburu babi juga terlihat sangat antuasis dan serentak dilakukan.

Selain warga desa baru, perburuan hama babi yang sangat meresahkan perkebunan petani ini juga diikuti warga dari kelurahan Samaenre, Desa Kanrung dan juga dari desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Tengah. 

Lihat juga: Lahirkan Pemimpin Baru, PC PMII Sinjai Gelar Konfercab III

“Ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat disini dan mereka begitu antusias sekali”, Ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat, A. Anci mengatakan hasil buruan hama babi hutan ini dibagikan kepada seluruh warga yang tengah berburuh untuk pakan anjing peliharaan mereka.

“Semua babi hasil buruan ini kita potong-potong kemudian dibagikan ke masing-masing warga untuk pakan atau makanan anjing”, Pungkasnya.

Harapan warga, semoga kedepan tradisi berburu babi yang perlu dilestarikan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Kita ingin bersama pemerintah daerah agar berburu babi nantinya dapat  dilakukan secara besar-besaran”, Harap A. Anci yang juga sebagai Ketua Parengen Babi Kecamatan Sinjai Tengah. (Awhy/Clk)

Editor / Andis