oleh

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Dispusip Sinjai Akan Buat ini

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Perpustakaan berperan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

Sekaitan dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sinjai, Aditya Warman menjelaskan, pihaknya telah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama sejumlah Kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Di Sinjai, kami bersama fasilitator daerah dan juga ada 5 desa yang diikutsertakan dalam bimtek tersebut menerima materi dari pihak Perpusnas yang menegaskan terkait peningkatan pelayanan, kemudian adanya kegiatan pelibatan masyarakat sebagai wujud transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” jelasnya saat ditemui. Senin, (16/08/2021)

BACA JUGA: Pemkab – DPRD Sinjai Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan Tahun 2021

Ia menyimpulkan bahwa tujuan dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini untuk memberikan gambaran ataupun pemahaman kepada masyarakat tentang peran perpustakaan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan yang terbuka untuk semua kalangan.

Untuk menindaklanjuti perubahan atau transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang saat ini terjadi, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan (Dispusip) Sinjai, Mansyur akan melakukan sejumlah langkah.

Diantaranya, mendorong kelima desa yang telah mengikuti Bimtek transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam menggalakkan semangat literasi ke masyarakat.

Kelima desa yang dimaksud adalah Desa Saohiring, Desa Kalobba, Desa Barania, Desa Polewali, dan Desa Sukamaju.

BACA JUGA: Gandeng Pemuda Pancasila Sinjai, LPPM Unhas Gelar Seminar

“Diharapkan kelima desa ini dapat menjadi cikal bakal dalam mendorong desa lain yang ada di Sinjai untuk bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Mansyur.

Dari transformasi yang terjadi dalam perpustakaan ini lanjutnya, masyarakat diharapkan dapat menambah keilmuan dan sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Kami akan membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk nantinya para pegiat literasi akan kami libatkan sebagai wujud transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” tutup mantan Sekretaris Diskominfo dan Persandian Sinjai itu. (Tim)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU