Upaya Pengendalian Inflasi Daerah, Pj Bupati Sinjai Gaungkan Gerakan Tanam Cabai ke Instansi Vertikal

KABARSINJAI – Setelah menggalakkan gerakan tanam cabai 10 pohon bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai, Penjabat (Pj) Bupati Sinjai T.R Fahsul Falah kembali menggaungkan gerakan tersebut agar dilakukan di instansi vertikal.

Hal itu ditandai dengan diserahkannya bibit cabai rawit dan mentimun ke masing-masing Forkopimda disela rapat kordinasi (Rakor) pengendalian inflasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secar virtual dari Gedung Command Center Sinjai, Senin (8/1).

Pj Bupati Sinjai, T.R Fahsul Falah mengemukakan, gerakan ini sebagai salah satu dari sekian langkah yang dilakukan Pemkab Sinjai guna menekan inflasi daerah. Apalagi harga cabai rawit maupun cabai besar di pasaran masih terbilang fluktuatif, termasuk di Pasar sentral Sinjai.

Pelibatan forkopimda merupakan sebuah kolaborasi yang dianggap penting dalam pengendalian inflasi di Bumi Panrita Kitta’ julukan daerah kabupaten Sinjai sehingga dengan gerakan ini, Pemkab dan Forkopimda dapat bergerak bersama menekan inflasi daerah.

“Kita mau awal tahun ini bergerak bersama-sama mulai menanam cabai. Jadi kita harapkan seluruh stakeholder dapat berkolaborasi menekan inflasi, salah satunya dengan menyukseskan gerakan tanam cabai kita ini (menanam di instansi masing-masing),” pungkasnya.

Sekadar diketahui gerakan tanam cabai tersebut merupakan tindak lanjut dari program Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin yang direalisasikan oleh Pj Bupati Sinjai T.R Fahsul Falah.

Dandim 1424 Sinjai, Letkol (Arm) Dian Akhmad Arifandi menegaskan menyambut baik gerakan ini sebab telah menjadi salah satu tugas tambahan TNI dari Presiden Joko Widodo, selain menjaga teritorial di wilayah kerja masing-masing.

“Tugas kami ikut membantu kemandirian pangan, pengendalian inflasi. Tentu kami sangat menyambut baik ini gerakan tanam cabai ini,” jelasnya.

Sementara itu dari data pemantauan harga Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kabupaten Sinjai, cabai rawit hingga pekan kedua bulan Januari 2024 mulai turun harga.

Untuk hari Sabtu (6/1) pekan lalu harga cabai rawit masih diangka Rp70 ribu perkilogram (Kg) hingga Minggu (7/1). Namun, awal pekan ini cabai rawit mulai turun harga menjadi Rp50 ribu per Kg.

Begitupun dengan komoditi cabai besar dari harga Rp50 ribu per Kg, turun menjadi Rp35 ribu per kg. Sedang cabai keriting dari harga Rp40 ribu pe Kg, turun menjadi Rp35 ribu. (*)