oleh

Wabup Angkat Bicara Soal 122 Janda Baru di Sinjai

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai merilis 122 orang warga menjanda sejak 1 Januari hingga Oktober tahun 2018 ini.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Sinjai, H. Syamsul Bahri menyampaikan bahwa angka perceriaan perceraian tahun ini sementara 122 orang. Jumlah tersebut turun dari tahun sebelumnya tahun 2017 yakni mencapai 182 orang dan tahun 2016 sebanyak 191 orang yang menjanda.

Jumlah tersebut jika dirata-ratakan maka sebanyak dua perempuan di Kabupaten Sinjai menjanda dalam sepekan. Sementara cerai talak cendrung lebih sedikit ketimbang cerai yakni sebanyak sembilan kasus.

Baca Juga:
Dinkes Utus Tenaga Medis PSC 119 ke Rumah Singgah Pasien Sinjai di Makassar
Sempat Hilang Saat Berwisata, Upriadi Akhirnya Ditemukan Menggigil di Pinggir Tahura

Sedang penyebabnya beragam, namun terbanyak adalah kekerasan rumah tangga, “Pemicunya kekerasan ibu rumah tangga ini karena faktor ekonomi, minuman keras dan hal lain adalah selingkuh atau hadirnya orang ketiga dalam rumah tangga mereka yang bercerai,” katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Sinjai A Kartini Ottong ikut prihatin terkait tingginya angka perceraian warga. Dalam waktu dekat ia merencanakan akan berkalaborasi antara Pemkab Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Agama untuk mencarikan solusi.

“Inshaa Allah dalam waktu dekat ada MOU dengan Kemenag dan Dinas Pemberdayaan Perempuan ini bisa meminimalisir terjadinya perceraian karena nanti menikah kalau sudah matang,” kata Kartini, Minggu (18/11/2018).

Sedang selanjutnya di bidang keagamaan harus di perbanyak materi ceramah atau pada saat khutbah Jumat akan dampak yang ditimbulkan oleh minuman keras sekarang kan sudah ada juga Perda terkait dengan pendidikan diniyah dan pesantren dan dalam waktu dekat akan dibuat dibuat Perbupnya.

Ia juga akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sinjai untuk menambah nilai ekonomi masyarakat supaya tidak terjadi kesenjangan ekonomi yang bisa menyebabkan perceraian termasuk juga ibu-ibu agar mempunyai keterampilan dan inovasi yang bisa menambah ekonomi rumah tangganya sehingga tidak pusing lagi atau tidak terlalu tergantung sama suaminya. (*)

Editor/Riswan.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU